Mengenal5 Jenis Virtual Machine Untuk Sistem Operasi Anda. Sering disingkat dengan istilah VM, Virtual Machine tidak berbeda dengan komputer fisik lainnya seperti laptop, ponsel pintar, atau server. Ini memiliki CPU, memori, disk untuk menyimpan file Anda, dan dapat terhubung ke internet jika diperlukan. Sementara bagian-bagian yang membentuk
PadaTabel 1 menggambarkan perbandingan Government quality control program peer review untuk anggota SECPS menurut Randal J.Elder (1997). Perbandingan tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa kualitas audit yang dilaporkan Governmental Sector lebih rendah. Tabel.1 Perbandingan Governmental Quality Control Review dan SECPS Peer
Langkahpertama yang perlu dilakukan sebelum menerapkan MCS adalah memahami kebijakan, strategi, dan tujuan operasional perusahaan yang ingin dipenuhi. Hal ini
Secaraumum, pengertian perencanaan adalah suatu proses menentukan hal-hal yang ingin dicapai (tujuan) di masa depan serta menentukan berbagai tahapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan (planning) dapat juga didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu dalam kurun waktu tertentu.
Sepertiistilahnya, ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing –masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. b. Control Unit, bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol computer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi – fungsi operasinya.
Sebagaicontoh, resiko kebakaran memiliki probabilitas 0,6 (kategori tinggi). Bila kebakaran terjadi, maka kerugian yang diakibatkan akan semakin tinggi. Dengan demikian risiko kebakaran akan ditempatkan pada kuadran probabilitas tinggi dan severity tinggi. Langkah selanjutnya adalah merumuskannya.
Modelregresi data time series ini memiliki karakteristik khusus yang dirancang untuk menangkap sifat dinamisnya. Kita bisa menganalisis dengan melihat bagaimana nilai lag dari variabel dependen atau variabel penjelas sebagai regressor, atau juga mempertimbangkan lag dalam residual, yang dapat digunakan untuk memodelkan hubungan dinamis.
Melanjukanartikel sebelumnya, yaitu tentang analisis pasar (ruang lingkup, faktor, tujuan, keuntungan), maka pada kali ini akan kami sampaikan langkah-langkah dalam melakukan analisis pasar. Dalam melakukan analisis pasar, ada 6 langkah atau tahap yang akan dilakukan, antara lain : 1). Menentukan Pasar Relevan (Relevant Market), 2).
Kenyataannyapenelitian ilmiah telah berhasil merumuskan langkah-langkah atau aktivitas utama yang senantiasa dilakukan oleh manajer manapun yang efektif. Langkah-langkah tersebut adalah : 1. Membuat Perencanaan (PLANNING) Menyusun strategi operasi dan memutuskan cara terbaik untuk mencapai tujuan, sesuai dengan tanggung jawabnya.
1 Mesin / Engine. Gambar mesin pada genset. Mesin merupakan sumber energi mekanik dari dari Generator Set alias Genset. Mesin adalah bagian utama dari alat penghasil listrik ini. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait komponen mesin ini ketika kamu hendak memilih genset yang akan mempengaruhi cara penggunaan dan perawatannya.
HOlslf. 7 Pag e 7 dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya. Misalnya jika melibatkan memori ”R- format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. Hal lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol ke ALU, yaitu “ALUSrc”. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien. 2. Multi-Cycle CU Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle, unit kontrol yang multi-cycle lebih memiliki banyak fungsi. Dengan memperhatikan state dan opcode, fungsi boolean dari masing – masing output control line dapat ditentukan masing – masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. Jadi akan terdapat banyak fungsi boolean, dan masing- masingnya tidak sederhana. Pada cycle ini, sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya akan dijalankan CPU. Cara Kerja Unit Kontrol Ketika sebuah komputer pertama kali diaktifkan power-nya, maka computer tersebut menjalankan operasi bootstrap. Operasi ini akan membaca sebuah instruksi dari suatu lokasi memory yang telah diketahui sebelumnya dan mentransfer instruksi tersebut ke control unit untuk dieksekusi. Instruksi-intruksi dibaca dari memory dan dieksekusi sesuai dengan urutan penyimpanannya. Program counter dari suatu computer menyediakan suatu cara untuk menyimpan lokasi instruksi berikutnya. Urutan eksekusi berubah dengan memindah lokasi intruksi baru ke program counter sebelum pembacaan fetch instruksi dikerjakan. Sebuah intruksi merupakan kalimat imperatif pendek yang sudah dapat menjelaskan makna dari perintah tersebut. Suatu intruksi terdiri dari 1. subjek komputernya 2. verb suatu kode operasi yang mengindikasikan pekerjaan apa yang akan dilaksanakan 8 Pag e 8 3. objek operands yang mengidentifikasikan nilai data atau lokasi memory. Ketika intruksi-intruksi diterima oleh Control Unit, operation code akan mengaktifkan urutan logic untuk mengeksekusi intruksi-intruksi tersebut. Satu eksekusi program terdiri dari beberapa instruction cycle yang menjadi komponen penyusun dari program tersebut. Sedangkan untuk setiap instruction cycle terdiri dari beberapa sub cycle lagi seperti ftech cycle, indirect cycle, execute cucle, dan interrupt cycle. Setiap sub cycle ini disusun dari beberapa perintah dasar yang disebut micro operation. Fungsi Unit control Unit control bertanggung jawab pada pengoordinasian aktivitas dalam computer. Gambar memberikan gambaran terhadap keseluruhan fungsiperanan unit control. Sinyal-sinyal control disampaikanoleh unit control untuk mencapai hardwarelogic dalam prosesor dan unit-unit eksternal lainnya. Sinyal-sinyal yang memulai operasi-operasi dalam computer. Mikrooperasi- mikrooperasi dilaksanakan bila sinyal control yang relevan mengaktifkan titik-titik control. Memori utama dikontrol oleh dua sinyal control memory read dan memory write. Semua pengontrol IO menerima sinyal control yang terbanyak. Bagaimana unit control mengetahui sinyal control yang akan disampaikan? Dia mempunyai semacam daftar tugas yang diberitahu oleh program apa yang harus dikerjakandieksekusi. Gambar fungsi-fungsi unit control 9 Pag e 9 Pada table diberikan hubungan jenis-jenis instruksi dan aksi-aksi CPU. Prosesor mengeksekusi program dengan melakukan siklus-siklus instruksi seperti yang ditunjukkan pada gambar Setiap siklus instruksi terdiri atas beberapa langkah seperti yang ditunjukkan pada gambar Dua langkah pertamapengambilan instruksi dan decode instruksi diperlukan oleh semua instruksi. Ada tidaknya sisa langkah berikutnya adalah bergantung pada masing-masing instruksi. Hal ini dijelaskan pada table dan yang memberikan tindakan-tindakan yang diperlukan pada beberapa instruksi yang dikenal. NO TIPE INSTRUKSI TINDAKAN CPU KET 1 Transfer data Salin informasi; membaca dari sumber dan menulisnya ke target Sumber atau target atau keduanya bisa dari memori 2 Aritmatika Melakukan operasi ALU yang diperlukan dan men-set kode kondisi dan flag Operand-operand harus dibawa ke ALU jika tidak tersedia dalam ALU 3 Logika Sama dengan di atas Sama dengan di atas 4 Control Program Program counter diperbaharui Pencabangan 5 IO Memasukkan atau mengeluarkan data; melakukan siklus baca IO atau siklus bus tulis IO Melakukan transfer data 10 Pag e 10 Gambar Siklus instruksi Fungsi unit control secara keseluruhan dapat diringkaskan sebagai berikut 1. Mengambilmembaca instruksi 2. Mendekodeinterprestasi opcode dan mode pengalamatan 3. Membangkitkan sinyal control yang diperlukan sesuai dengan instruksiopcode dan mode pengalamatan dalam urutan waktu yang tepat agar mikrooperasi-mikrooperasi yang relevan dikerjakan 4. Kembali ke langkah 1 untuk instruksi selanjutnya Tabel langkah-langkah instruksi ADD, NOOP, HALT, dan SKIP NO ADD NOOP HALT SKIP 1 Ambil instruksi Ambil instruksi Ambil instruksi Ambil instruksi 2 Dekode instruksi Dekode instruksi Dekode instruksi Dekode instruksi 3 Kalkulasi alamat operand jika diperlakukan Ke siklus berikutnya 1. Reset flip- flop RUN 2. Ke siklus berikutnya 1. Increment Pc 2. Ke siklus berikutnya 4 Ambil operand - - - 5 Eksekusi operasi - - - 6 1. Simpan hasil - - - 11 Pag e 11 2. Ke siklus berikutnya Tabel langkah-langkah instruksi SKIPIFP, BUN,BZ dan BRAS NO Skip positive BUN BZ Branch and save 1 Ambil instruksi Ambil instruksi Ambil instruksi Ambil instruksi 2 Dekode instruksi Dekode instruksi Dekode instruksi Dekode instruksi 3 1. Jika tanda zero, increment PC 2. Ke siklus berikutnya 1. Alamat branch disalin ke PC 2. Ke siklus berikutnya 1. Jika akumulator zero, alamat branch disalin ke PC 2. Ke siklus berikutnya - 4 - operand ke PC - - Load alamat 5 - - - PC siklus berikutnya Tabel langkah-langkah instruksi LDA, STA, dan AND NO LDA STA AND 1 Ambil instruksi Ambil instruksi Ambil instruksi 2 Dekode instruksi Dekode instruksi Dekode instruksi 3 Ambil operand dari memori Simpan isi akumulator dalam lokasi memori Ambil operand 12 Pag e 12 4 1. Load oerand dalam akumulator 2. Ke siklus berikutnya Ke siklus berikutnya Lakukan operasiAND 5 - - hasil hasil berikutnya Mode pengalamatan memengaruhi seberapa cepat suatu siklus instruksi selesai. Gambar menunjukkan tiga kasus instruksi ADD yang berbeda. Selain pada sikus instruksi regular, unit control juga melakukan urutan-urutan tugas khusus tertentu seperti berikut ini 1. Urutan reset pada pengindraan sinyal reset 2. Pengenalan interupsi dan pencabangan ke ISR Interupt service routine 3. Penanganan situasi abnormal seperti pengenalan kegagalan hardware yang serius dan pengambilan aksi yangtepat seperti shutdown atau pengecekan mesin. Gambar variasi pada siklus instruksi ADD Urutan Reset
– Control Unit CU adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU Arithmetic Logical Unit di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut. Pada awal-awal desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic yang susah untuk didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol control store. Beberapa word dari microprogram dipilih oleh microsequencer dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut, termasuk di antaranya adalah register, ALU, register instruksi, bus dan peralatan input/output di luar chip. Pada komputer modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing-masing, dengan CU sebagai pemantaunya supervisor. Macam-Macam CU Control Unit 1. Single-Cycle CU Proses di CUl ini hanya terjadi dalam satu clock cycle, artinya setiap instruksi ada pada satu cycle, maka dari itu tidak memerlukan state. Dengan demikian fungsi boolean masing-masing control line hanya merupakan fungsi dari opcode saja. Clock cycle harus mempunyai panjang yang sama untuk setiap jenis instruksi. Ada dua bagian pada unit kontrol ini, yaitu proses men-decode opcode untuk mengelompokkannya menjadi 4 macam instruksi yaitu di gerbang AND, dan pemberian sinyal kontrol berdasarkan jenis instruksinya yaitu gerbang OR. Keempat jenis instruksi adalah “R-format” berhubungan dengan register, “lw” membaca memori, “sw” menulis ke memori, dan “beq” branching. Sinyal kontrol yang dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya. Misalnya jika melibatkan memori ”R-format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. Hal lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol ke ALU, yaitu “ALUSrc”. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien. 2. Multi-Cycle CU Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle, unit kontrol yang multi-cycle lebih memiliki banyak fungsi. Dengan memperhatikan state dan opcode, fungsi boolean dari masing-masing output control line dapat ditentukan. Masing-masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. Jadi akan terdapat banyak fungsi boolean, dan masing-masingnya tidak sederhana. Pada cycle ini, sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya akan dijalankan CPU; bukan instruksi cycle selanjutnya. Fungsi CU Control Unit 1. Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output. 2. Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama. 3. Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses. 4. Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja. 5. Menyimpan hasil proses ke memori utama. Proses Tiga Langkah Karakteristik CU Control Unit 1. Menentukan elemen dasar prosesor. 2. Menjelaskan operasi mikro yang akan dilakukan prosesor. 3. Menentukan fungsi-fungsi yang harus dilakukan unit control agar menyebabkan pembentukan operasi mikro. Masukan-masukan unit control 1. Clock / pewaktu Pewaktu adalah cara unit control dalam menjaga waktunya. Unit control menyebabkan sebuah operasi mikro atau sejumlah operasi mikro yang bersamaan dibentuk bagi setiap pulsa waktu. Pulsa ini dikenal sebagai waktu siklus prosesor. 2. Register instruksi Opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro mana yang akan dilakukan selama siklus eksekusi. 3. Flag Flag ini diperlukan oleh unit control untuk menentukan status prosesor dan hasil operasi ALU sebelumnya. 4. Sinyal control untuk mengontrol bus Bagian bus control bus system memberikan sinyal-sinyal ke unit control, seperti sinyal-sinyal interupsi dan acknowledgement. Artikel ini dikunjungi dengan topik . Baca juga artikel menarik lainnya .
Control Unit CU Control Unit merupakan bagian yang berfungsi sebagai pengatur dan mengatur dan pengendali semua peralatan computer, Control Unit juga mengatur kapan alat input menerima data, mengolah, dan menampilkan proses serta hasil pengolahan data. Dengan demikian semua perintah dapat dilakukan secara berurutan tanpa adanya tumpang tindih antara satu perintah dengan perintah lainnya. Pada awal-awal desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic yang susah untuk didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol control store. Beberapa word dari microprogram dipilih oleh microsequencer dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut, termasuk di antaranya adalah register, ALU, register instruksi, bus dan peralatan input/output di luar chip. Pada komputer modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing-masing, dengan CU sebagai pemantaunya supervisor. Tugas dari CU adalah sebagai berikut Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output. Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama. Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses. Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja. Menyimpan hasil proses ke memori utama. Proses tiga langkah karakteristik unit control Menentukan elemen dasar prosesor Menjelaskan operasi mikro yang akan dilakukan prosesor Menentukan fungsi-fungsi yang harus dilakukan unit control agar menyebabkan pembentukan operasi mikro Masukan-masukan unit control 1. Clock / pewaktu pewaktu adalah cara unit control dalam menjaga waktunya. Unit control menyebabkan sebuah operasi mikro atau sejumlah operasi mikro yang bersamaan dibentuk bagi setiap pulsa waktu. Pulsa ini dikenal sebagai waktu siklus prosesor. 2. Register instruksi opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro mana yang akan dilakukan selama siklus eksekusi. 3. Flag flag ini diperlukan oleh unit control untuk menentukan status prosesor dan hasil operasi ALU sebelumnya. 4. Sinyal control untuk mengontrol bus Bagian bus control bus system memberikan sinyal-sinyal ke unit control, seperti sinyal-sinyal interupsi dan acknowledgement. Keluaran-keluaran unit control Sinyal control didalam prosesor terdiri dari dua macam sinyal-sinyal yang menyebabkan data dipindahkan dari register yang satu keregister yang lainnya, dan sinyal-sinyal yang dapat mengaktifasi fungsi-fungsi ALU tertentu. Sinyal control bagi bus control; sinyal ini juga terdiri dari dua macam sinyal control bagi memori dan sinyal control bagi modu-modul I/O Macam-macam CU 1. Single-Cycle CU Proses di Single-Cycle CU ini hanya terjadi dalam satu clock cycle, artinya setiap instruksi ada pada satu cycle, maka dari itu tidak memerlukan state. Dengan demikian fungsi boolean masing-masing control line hanya merupakan fungsi dari opcode saja. Clock cycle harus mempunyai panjang yang sama untuk setiap jenis instruksi. Ada dua bagian pada unit kontrol ini, yaitu proses men-decode opcode untuk mengelompokkannya menjadi 4 macam instruksi yaitu di gerbang AND, dan pemberian sinyal kontrol berdasarkan jenis instruksinya yaitu gerbang OR. Keempat jenis instruksi adalah “R-format” berhubungan dengan register, “lw” membaca memori, “sw” menulis ke memori, dan “beq” branching. Sinyal kontrol yang dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya. Misalnya jika melibatkan memori ”R-format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. Hal lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol ke ALU, yaitu “ALUSrc”. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien. 2. Multi-Cycle CU Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle, unit kontrol yang multi-cycle lebih memiliki banyak fungsi. Dengan memperhatikan state dan opcode, fungsi boolean dari masing-masing output control line dapat ditentukan. Masing-masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. Jadi akan terdapat banyak fungsi boolean, dan masing-masingnya tidak sederhana. Pada cycle ini, sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya akan dijalankan CPU. Implementasi Unit Kontrol 1. Implementasi hardwired Unit kontrol merupakan rangkaian kombinatorial. Sinyal-sinyal logika inputnya akan didekodekan menjadi sinyal-sinyal logika output, yang merupakan sinyal-sinyal kontrol ke sistem komputer. Sinyal-sinyal input tersebut, seperti clock, flag, register instruction, dan sinyal kontrol merupakan input bagi unit kontrol untuk mengetahui status komputer. Sinyal keluaran yang dihasilkan akan mengendalikan sistem kerja komputer. N buah input biner akan menghasilkan 2N output biner. Setiap instruksi memiliki opcode yang yang berbeda-beda. Opcode yang berbeda dalam instruksi akan menghasilkan sinyal kontrol yang berbeda pula. Pewaktu unit kontrol mengeluarkan rangkaian pulsa yang periodik. Pulsa waktu ini digunakan untuk mengukur durasi setiap operasi mikro yang dijalankan CPU, intinya digunakan untuk sinkronisasi kerja masing-masing bagian. Masalah dalam Merancang Implementasi Hardwired Memiliki kompleksitas dalam pengurutan dan operasi mikronya Sulit didesain dan dilakukan pengetesan Tidak fleksibel Sulit untuk menambahkan instruksi baru Jadi secara garis besar Intinya unit control merupakan rangkaian kombinatorial Sinyal-sinyal logika inputnya akan dikodekan menjadi sekumpulan sinyal-sinyal logika output yang merupakan sinyal-sinyal kontrol ke system computer Input unit control meliputi sinyal-sinyal register instruksi, pewaktu, flag dan sinyal bus control Sinyal-sinyal tersebut sebagai masukkan bagi unit control dalam mengetahui status computer Selanjutnya dikodekan manghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan system kerja computer n buah input biner akan menghasilkan 2n output biner setiap instruksi memiliki opcode yang berbeda – beda opcode yang berbeda dalam setiap instruksi akan menghasilkan sinyal control yang berbeda pula pewaktu unit control mengeluarkan rangkaian pulsa yang periodic pulsa waktu ini digunakan untuk mengukur durasi setiap operasi mikro yang dijalankan CPU, intinya digunakan untuk sinkronisasi kerja masing – masing bagian 2. Implementasi microprogrammed Implementasi yang paling reliabel saat ini adalah implementasi microprogrammed. Unit kontrol memerlukan sebuah memori untuk menyimpan program kontrolnya. Fungsi–fungsi pengontrolan dilakukan berdasarkan program kontrol yang tersimpan pada unit kontrol. Selain itu, fungsi–fungsi pengontrolan tidak berdasarkan dekode dari input unit kontrol lagi. Teknik ini dapat menjawab kesulitan–kesulitan yang ditemui dalam implementasi hardwired. Jadi secara garis besar Unit control memerlukan sebuah memori untuk menyimpan program controlnya Fungsi-fungsi pengontrolan dilakukan berdasarkan program control yang tersimpan pada unit control Fungsi-fungsi pengontrolan tidak berdasarkan decode dari input unit control lagi Teknik ini dapat menjawab kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam implementasi hardwired Cara Kerja Control Unit Ketika sebuah komputer pertama kali diaktifkan power-nya, maka komputer tersebut menjalankan operasi bootstrap. Operasi ini akan membaca sebuah instruksi dari suatu lokasi memory yang telah diketahui sebelumnya dan mentransfer instruksi tersebut ke control unit untuk dieksekusi. Instruksi-intruksi dibaca dari memory dan dieksekusi sesuai dengan urutan penyimpanannya. Program counter dari suatu computer menyediakan suatu cara untuk menyimpan lokasi instruksi berikutnya. Urutan eksekusi berubah dengan memindah lokasi intruksi baru ke program counter sebelum pembacaan fetch instruksi dikerjakan. Sebuah intruksi merupakan kalimat imperatif pendek yang sudah dapat menjelaskan makna dari perintah tersebut. Suatu intruksi terdiri dari 1. subjek komputernya 2. verb suatu kode operasi yang mengindikasikan pekerjaan apa yang akan dilaksanakan 3. objek operands yang mengidentifikasikan nilai data atau lokasi memory. Ketika intruksi-intruksi diterima oleh Control Unit, operation code akan mengaktifkan urutan logic untuk mengeksekusi intruksi-intruksi tersebut. Satu eksekusi program terdiri dari beberapa instruction cycle yang menjadi komponen penyusun dari program tersebut. Sedangkan untuk setiap instruction cycle terdiri dari beberapa sub cycle lagi seperti ftech cycle, indirect cycle, execute cucle, dan interrupt cycle. Setiap sub cycle ini disusun dari beberapa perintah dasar yang disebut micro operation. Sumber Wikimedia,