”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. “Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya.
“Saya Abu Darda, ini saudaraku Salman al-Farisi dari Persia. Allah memuliakannya dengan Islam, dan dia sudah memiliki status yang luhur di mata Nabi. Hingga sejauh ini dia menyebutnya sebagai“ Ahlul Bait ”,” Abu Kata Darda berwibawa.
It was an Islam of the God- fearing and innocent. In his devotion he was intelligent, pious, and the person nearest to Umar Ibn Al-Khattab RA. He once stayed with Abu Ad-Dardaa’ RA, under the same roof. Abu Ad-Dardaa’ used to pray all night and fast all day. Salman blamed him for this excessive worship.
Diceritakan bahwa pada suatu saat Salman al-Farisi jatuh hati pada seorang gadis dari Bani Laits. Suatu hari, ia rerasan dengan saudaranya—yang dipersaudarakan oleh Kanjeng Nabi saw dengannya—, Abu Darda. Kemudian, karena merasa sebagai warga pendatang—dari Persia—, Salman al-Farisi meminta Abu Darda untuk melamarkan gadis tersebut
Sautu ketika Rasulullah SAW mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi ra. Mereka menjalani kehidupan di dunia ini dengan kecintaan karena Allah. Hingga mereka berdua terpisahkan karena menjalani tugas masing-masing. Abu Darda menjadi seorang Qadhi (hakim) di Damaskus.
Kisah kedekatan Salman Al-Farisi & Abu Darda'. . Pembicara : Ust. Adi Hidayat, Lc. MA . . Sharing dakwah, semoga bermanfaat "Sampaikanlah walau hanya
Lalu sayyidina Salman berkata kepadanya: “Tidurlah,” maka Abu Darda pun kembali tidur. Setelah itu Abu Darda terbangun kembali, sayyidina Salman pun terbangun dan berkata: “Tidurlah!” Kemudian pada akhir malam sayyidina Salman mebangunkan Abu Darda dan berkata: “Sekarang bangunlah!” Kemudian keduanya mengerjakan shalat malam.
“Jawaban lamaran ini merupakan hak putri kami sepenuhnya. Oleh karena itu, saya serahkan kepada putri kami,” ujarnya kepada Abu Darda’ dan Salman al-Farisi. Sang tuan rumah pun kemudian memberikan isyarat kepada istri dan putrinya yang berada di balik hijab. Rupanya, putrinya telah menanti memberikan pendapatnya mengenai pria yang melamarnya.
Abu Darda adalah seorang pedagang, kesatria, dan seorang yang bijaksana. Nama beliau adalah Uwaimir bin Zaid bin Qais al-Anshari al-Khazraji. Namun kunyah beliau, Abu Darda, lebih dikenal dari nama aslinya. Meskipun namanya cukup tenar di antara para sahabat nabi, tapi ternyata beliautermasuk orang Anshar terakhir yang memeluk Islam.
Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas. Halimahtus Sa'adiah Arab Řليمة السعديةcode: ar is deprecated ) atau nama sebenarnya Halimah binti Abi Dhuayb Abdullah ibn Al-Harith ibn Shagna ialah ibu susu yang juga merangkap ibu angkat bagi Nabi Muhammad s.a.w. Halimah dan juga suaminya Al-Harith bin Andul Uzza berasal daripada kabilah
gzgC.