Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia 1945, dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa," demikian yang janji yang diucapkan Ahok saat dilantik Dilansirdari Encyclopedia Britannica, selain mengetahui hak warga negara, kita pun harus tahu tentang kewajiban kita sebagai warga negara. ada kewajiban yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut hak orang lain. ada juga kewajiban yang bersifat pribadi. berikut adalah beberapa contoh kewajiban warga negara indonesia Kewajibanini jelas tertera pada UUD 1945 pasal 27 ayat 1 dimana warga negara wajib untuk menaati hukum, dengan menaati peraturan yang ada tentu saja kita juga turut menaati hukum yang berlaku di Indonesia. Menghargai orang lain bukanlah suatu hak melainkan sebuah kewajiban yang harus kita lakukan sebagai warga negara. APASEBAB NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN PANCASILA? Amanat di Depan Kongres Rakyat Jawa Timur Tanggal 24 September 1955. Di Surabaya. Saudara -saudaraku sekalian, Saya adalah orang Islam, dan saya adalah keluarga Negara Republik Indonesia. Sebagai orang Islam saya menyampaikan salam Islam kepada Saudara-saudara. Playthis game to review Other. Apa yang kamu ketahui mengenai kewajiban . Preview this quiz on Quizizz. Quiz. HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA. DRAFT. 5th grade . Played 0 times. 0% average accuracy. Other. 35 minutes ago by. slametsutanto_id_03401. 0. Save. Share. Edit. Edit. HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA DRAFT. 35 minutes Iaadalah uskup yang terkenal dengan kata-katanya: 100 % Katolik dan 100 % Nasional. Kata-kata inilah yang digunakannya untuk menggugah kesadaran orang Katolik saat itu untuk sungguh menjadi warga Gereja Katolik sekaligus warga negara Indonesia yang terlibat secara penuh dalam kehidupan menggereja, memasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagaireferensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. D. METODE ANALISIS Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis, yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yanag ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan Dalamkonteks indonesia istilah warga negara (Sesuai dengan pasal 26) dimaksudkan untuk bangsa indonesia asli dan bangsa lain yang di syahkan UU sebagai warga negara. Selain itu menurut pasal UU 1 No.22/1958 dinyatakan bahwa warga negara Republik Indonesia adalah orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan dan perjanjian Contohbentuk kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia adalah? Mendapatkan pendidikan Membayar pajak membantu orang tua mengutarakan pendapat Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: B. Membayar pajak. Dilansir dari Ensiklopedia, contoh bentuk kewajiban kita sebagai warga negara indonesia adalah Membayar pajak. Pembahasan Downloadpresentation. MORALITAS KATOLIK SEBAGAI PERWUJUDAN IMAN DI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT MKDU Pendidikan Agama Katolik. Kelompok 2 Theovila Putri M A (21119155) Raja Bintang R S (41819115) Pintubatu Jeslin Fransisca (21119138) Benedictus Rangga (41819073) Don Bosco Carmel S P (41819068) Latar Belakang Seperti yang sudah AHZei. DASAR KETERPANGGILAN GEREJA KATOLIK DALAM MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA Umat Katolik Indonesia diperkirakan sekitar 5% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia yang kini mencapai lebih dari 260 juta jiwa. Ababila diangkakan secara apa adanya maka umat Katolik berwarganegara Indonesia berjumlah sekitar tiga belas juta jiwa. Dari segi angka statistik, umat Katolik memang termasuk kecil atau biasa digolongkan dalam kelompok minoritas. Meski secara kuantitatif umat Katolik itu kecil, bukan berarti kita juga dikecilkan dalam urusan pembangunan negara dan bangsa yang kita cintai ini. Sejarah telah mencatat bahwa sejak sebelum dan seudah kemerdekaan hingga pada masa reformasi ini, warga Katolik bersama warga umat beragama dan kepercayaan lainnya bahu membahu berjuang dalam pembangunan. Sebagai warga negara Indonesia, kita mempunyai hak dan kewajiban serta tanggung jawab yang sama untuk membangun bangsa dan negara untuk menggapai cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia yaitu kehidupan masyarakat yang damai, adil, makmur dan sejahtera. Kisah perjuangan Pastor Carolus Burrows OMI di Kampung Laut, Cilacap, Jawa Barat dapat memberikan gambaran keterpanggilan Gereja untuk ikut serta membangun bangsa dan negara demi kesejahteraan masyarakat tanpa mengenal latarbelakang mereka. Pastor Carolus melakukannya atas dasar kasihnya kepada sesama dan kepada Tuhan. Landasan atau dasar pijakan umat Katolik berperan aktif dalam pembangunan adalah bersumber dari ajaran dan teladan Yesus sendiri. Inilah yang menjadi dasar keterpanggilan Gereja untuk membangun bangsa dan negara. Yesus mengajarkan “memberi kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah,”. Di sinilah kita orang katolik diajak untuk bisa membedakan secara tegas apa yang privat dan apa yang publik. Hal yang privat yaitu dalam relasi kita dengan Allah dan yang public adalah dalam relasi kita dengan sesama atau Negara. Istilah yang sering kita dengan di tanah air adalah semboyan Mgr. Sugijapranata 100% Indonesia dan 100% Katolik. Artinya bahwa sejatinya kekatolikan tidak bertentangan dengan keindonesiaan atau dengan menjadi katolik 100%, orang katolik sama dengan menjadi warga Negara yang baik, karena nilai-nilai kekatolikan tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan universal. Kita juga mengenal semboyan dalam bahasa Latin, “Pro Ecclesia et Patria”. Arti semboyan itu adalah “untuk Gereja dan Tanah Air”. Di manapun orang Katolik berada, ia ada untuk Gerejanya dan untuk tanah airnya. Untuk bisa melaksanakan tugas-tugas publik dengan baik tentu saja setiap orang Katolik harus mendasarkannya pada apa yang diajarkan Gereja dalam apa yang namanya ajaran sosial Gereja. Ajaran sosial Gereja adalah refleksi Gereja yang hidup di tengan dunia dengan aneka persoalannya. Gereja lewat anggota-anggotanya musti ikut ambil bagian dalam membangun tata dunia, agar menjadi tempat yang layak huni bagi manusia dan kemanusiaannya. Menyimak cerita Menggulati Masyarakat Nelayan Kampung Laut adalah sebuah permukiman nelayan di antara hutan bakau di kawasan Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Daerah tersebut berada di antara Pulau Nusakambangan dan Cilacap daratan. Tahun 1973, ketika Pastor Carolus mengunjunginya untuk pertama kali hingga tahun ’80-an, permukiman tersebut berupa rumah-rumah panggung di atas perairan. Kondisi lingkungan yang tidak manusiawi menyebabkan masyarakat rentan terhadap berbagai penyakit. Kemunculannya di Kampung Laut pada minggu kedua September 1973 itu terus berlanjut. Ia datang dengan membawa perawat, dokter, beserta obat-obatan untuk merawat yang sakit. Di waktu lain, ia membawa itik, kambing, dan juga babi. Ia membangun tambak udang yang kemudian ditiru orang lain. Ia hadir juga sebagai ’mantri’ ternak yang menyuntik kambing yang sakit. Ia mengajak anak-anak Kampung Laut bersekolah di Kawunganten, kota kecamatan dan menyediakan asrama bagi mereka. ”Karena masyarakat belum mengenal budaya pendidikan, maka kami menanggung semua biaya pendidikan anak-anak ini hingga soal pakaian dan makanan. Semua gratis,” tandas Pastor Carolus. ”Kalau kita ingin mengasihi, kita ingin memberi yang terbaik, dan yang terbaik adalah pendidikan,” tegasnya. Untuk sebagian besar karya sosialnya, Pastor Carolus menggunakan bendera Yayasan Sosial Bina Sejahtera YSBS yang dibentuk pada 12 Maret 1976. Misionaris kelahiran Irlandia, 8 April 1943 ini juga menggelar proyek-proyek padat karya, seperti membangun jalan antar-rumah panggung. Upaya ini kemudian mendorong penduduk Kampung Laut mengurug menimbun permukiman mereka sehingga akhirnya, tahun ’80-an, permukiman ”mengapung” itu menjadi daratan. Sekarang praktis tidak ada lagi rumah panggung di atas perairan di Kampung Laut. Memintas jalan Dua karya pastoral nelayan Pastor Carolus yang aktual adalah proyek pembuatan jalan serta pelayanan bagi anak-anak nelayan. Tentu hal tersebut bukan berarti mengecilkan karya-karya lain, seperti tanggap daruratnya atas peristiwa tsunami di Pantai Selatan Jawa Tengah bagian barat hingga Pangandaran di Jawa Barat. Kampung Laut yang telah menjadi darat, pada awalnya hanya bisa dijangkau lewat jalur perairan dengan perahu. Baik dari Kota Cilacap, dari Kawunganten maupun dari Kalipucang Pangandaran. Pastor Carolus merintis dibangunnya jalur darat untuk menjangkau berbagai desa di kawasan Segara Anakan. Pembangunan jalan itu, termasuk di desa-desa terpencil lain di Kabupaten Cilacap di luar Kampung Laut, praktis masih berlangsung hingga 30 tahun lebih Pastor Carolus berkarya. Dari laporan yang ada, dalam enam bulan terakhir telah dibangun jalan mencapai hampir 50 kilometer dengan rincian meter pembuatan jalan baru pengerasan, meter rehabilitasi atau perbaikan jalan, meter pemberian sirtu, dan meter pembuatan badan jalan. Semua mencakup 30 desa. Badan jalan baru yang dibangun memiliki lebar delapan meter sementara lebar untuk pengerasan jalan dengan batu belah antara tiga-lima meter. Badan jalan yang dibuat difungsikan juga sebagai tanggul. Dalam proyek pengerasan jalan, pihak yayasan hanya mendrop material. Sementara masyarakat setempat menata batu-batu tersebut. ”Saya tidak mau mematikan gotong royong tapi memupuknya. Kami kasih batu, rakyat yang memasang bersama, termasuk ibu-ibu. Mereka bangga membuat jalan mereka sendiri,” paparnya. Menurut hasil penelitian ahli dari Bank Pembangunan Asia ADB, hal penting untuk memberantas kemiskinan adalah infrastruktur jalan dan irigasi. ”Kalau itu ada, bisa memberi pekerjaan kepada orang banyak,” katanya. Ia memberi contoh, sebelum dibangun jalan dan jembatan Desa Ciberem- Karanganyar, seorang guru yang mengajar di Karanganyar harus mengeluarkan Rp setiap hari untuk ongkos perahu. ”Setelah jembatan penghubung dua desa itu dibangun, ia tidak mengeluarkan uang lagi,” katanya. ”Sesudah jalan, tiang listrik juga masuk Karanganyar. Tiang listrik dibawa masuk karena ada jalan,” tambah Pastor Carolus. Ciberem adalah desa-darat di Kecamatan Kawunganten sementara Karanganyar merupakan bagian Kampung Laut yang dulu hanya bisa dijangkau dengan perahu. Pendidikan menyeluruh Setahun terakhir, bekerja sama dengan Christian Children Fund CCF, YSBS memberikan perhatian pada anak-anak nelayan Kampung Laut. Sebelumnya, dan sebagian masih berlangsung sekarang, kerja sama karya yang memberikan perhatian pada pendidikan dan kesehatan anak tersebut berada dalam lingkungan masyarakat petani. Menurut Ketua YSBS, Y. Saptadi, program ini akan menangani anak Kampung Laut, dari balita sampai usia sekolah 7-16 tahun. ”Sementara ini baru menangani sekitar anak di Desa Panikel dan Karanganyar,” kata Saptadi. Program ini mengasuh satu anak dalam satu keluarga. Tetapi, akhirnya, karena masalah kesehatan dan pendidikan anak menyangkut banyak aspek, kehidupan keluarga serta lingkungan si anak juga mendapat perhatian. Pastor Carolus berharap, sekitar anak Kampung Laut akhirnya akan tersentuh program ini. Menurut Saptadi, tantangan terberat program di Kampung Laut adalah pengadaan air bersih. ”Karena kesehatan anak dan keluarga membutuhkan sumber air bersih.” Sejauh ini, sumber air bersih didapat dari air hujan atau mata air di Pulau Nusakambangan. Untuk yang terakhir, penduduk harus mengambilnya dengan perahu. PENJELASAN a Perjuangan pastor Carolus berawal dari keprihatinannya terhadap masyarakat di Kampung Laut yang hidup serba kesulitan serta penderitaan. Pastor Carolus terpanggil untuk berbagi kasih dengan sesamanya tanpa melihat latar belakang asal-usul mereka. Pastor Carolus berusaha mengobati masyarakat yang sakit dan mulai menggerakan mereka untuk hidup sehat. b Motivasi yang mendasari Pastor Carolus untuk berkarya adalah rasa belas kasihnya. Tujuannya bukan untuk mengkatolikkan masyarakat setempat tetapi memanusiakan masyarakat itu. Karenanya ia mengajak masyarakat untuk bangkit dan berjuang bersama-sama membangun kehidupan mereka sendiri. Karena itulah, semangat gotong-royong dikobarkan. Kini hasilnya sudah dinikmati masyarakat banyak, tidak hanya di Kampung Laut tetapi di banyak tempat di kabupaten Cilacap. Kini masyarakatpun merasa bangga atas hasil kerja sama mereka. c Di Indonesia sudah cukup banyak orang Katolik yang menjadi pelopor pembangunan di segala sektor kehidupan. Ada yang bergerak dibidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, HAM, politik dan pemerintahan, serta militer. Ada beberapa yang mendapat penghargaan, entah sebagai pahlawan nasional, ataupun sebagai “pahlawan” pada bidang yang digelutinya. Menggali Ajaran Kitab Suci dan Ajaran Gereja Markus 12 13-17 13 Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. 14 Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” 15 Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” 16 Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka “Gambar dan tulisan Kaisar.” 17 Lalu kata Yesus kepada mereka “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia. PENJELASAN 1 Negara dan bangsa adalah wadah pemersatu berbagai keragaman dan latar belakang warga negaranya. Negara dan bangsa ada untuk melindungi dan menciptakan kedaulatan setiap manusia. Dalam hal ini negara dan bangsa adalah baik sebagai dikehendaki oleh Tuhan. Sebagai warga negara setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Siapa yang memiliki lebih, hendaknya memberi lebih, agar tercipta keadilan dan kesejahteraan semua warga. 2 Yesus pun mengajarkan hal yang sama bahwa setiap orang punya kewajiban untuk membayar pajak kepada penguasa. Tujuan pajak, pada akhirnya, demi membangun negara dan kepentingan bersama. Namun, Yesus juga menekankan perlunya kewajiban sebagai warga Kerajaan Allah. Dengan demikian, kewajiban yang satu tidak meniadakan kewajiban yang lain. Kedua-duanya mesti dipenuhi. 3 Rasul Paulus menegaskan pula “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah… Sebab tidak ada pemerintah yg tidak berasal dari Allah, pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah Roma 131. Ungkapan ini benar dan tepat yaitu bahwa seluruh warga negara harus menghormati pemerintahnya dengan baik sebab hanya dengan cara demikian kita sebagai warga negara yang beragama Kristiani Katolik harus ikut membangun kehidupan negara dan bangsa. Dalam arti mendorong setiap kita orang kristiani untuk ikut mengambil bagian dalam membangun bangsa dan negara sebagai wujud dari sikap menghadirkan Allah kepada dunia. 4 Tugas dan kewajiban seorang Katolik kristiani dalam negara adalah melaksanakan panggilan dan pengutusannya, supaya orang lain mengenal Kristus melalui kehadirannya. Oleh karena itu, orang Kristen tidak boleh memisahkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan hidup keimanannya di gereja. Justru melalui hidupnya sebagai warga negara kristiani, ia dapat membuktikan keberadaannya serta isi pengakuan imannya Mat. 513-16. Sikap seorang katolik yang baik dan benar, tidak boleh memusuhi sesama warganegaranya, sebaliknya kehadirannya kiranya boleh menjadi saluran berkat bagi kehidupan sesamanya. 5 Apa kewajiban kita terhadap Allah? Rasanya bukan sesuatu yang sangat rumit. Sebagaimana Allah telah memberikan kepada manusia dengan cuma-cuma gratia = rahmat maka manusia berkewajiban untuk memberikan dengan cuma-cuma pula. Oleh karena itu, manusia diundang untuk bermurah hati, sama seperti Bapa murah hati adanya. Kewajiban yang datang dari Allah rasanya demi kepentingan manusia juga, misalnya memuji dan memuliakan Allah lewat doa, ibadat, perayaan ekaristi Contoh lain adalah memberikan derma kepada fakir miskin dan kaum terlantar, sebagaimana Tuhan bersabda “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku Mat 2540”. Sepuluh perintah Allah diberikan juga bukan demi kepentingan Allah, tetapi agar manusia selamat. Maka kitapun melakukan kewajiban kita kepada Tuhan dan kepada bangsa dan negara kita dengan ikut bertanggungjawab dalam membangun bangsa dan negara sesuai kehendak Tuhan. Page 2 Web server is down Error code 521 2023-06-13 140028 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6adc2b3ce7b766 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Minggu Biasa XXIXBacaan Yes. 451,4-6; 1Tes. 11-5b; Mat. 2215-21Sebagai orang Katolik tentu kita sudah familiar dengan semboyan “Pro Ecclesia et Patria” dan “Seratus Persen Katolik Seratus Persen Indonesia”. Lewat semboyan tersebut, kita diajak untuk menunjukkan kualitas hidup iman Katolik. Perwujudan kualitas iman tidak saja dalam bentuk ketaatan membangun relasi pribadi dengan Tuhan, misalnya berdoa, membaca Kitab Suci, ekaristi, dll., melainkan juga relasi dengan sesama. Secara kuantitas jumlah warga negara yang beragama Katolik itu kecil jumlahnya, yakni sekitar 3 % dari jumlah penduduk Indonesia. Walau secara kuantitas jumlah umat Katolik itu sedikit, namun kualitas hidup Kristiani yang lebih baik harus kita tonjolkan. Misalnya, partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang bisa dilakukan dalam aneka bentuk pengabdian sesuai minat dan panggilannya masing-masing, mulai dari tingkat RT/RW, posyandu, PKK, dan sebagainya. Tuhan memanggil kita untuk hidup taat. Panggilan ketaatan tidak saja dalam bentuk kerohanian saja. Seperti penegasan dari Rasul Paulus, bahwa kita dipanggil untuk taat atau patuh juga kepada pemerintahan dunia. Pemerintah yang ada itu ditetapkan oleh Allah. Pemerintah adalah hamba Allah, yang mengurus banyak hal untuk kebaikan kita. Karenanya, haruslah kita membayar pajak untuk mereka bdk. Rom 131-7. Dalam bacaan Injil pada hari ini Yesus mengajar tentang sikap dasar hidup beriman yang diwujudkan dalam ketaatan diri terhadap Allah dan terhadap negara. Atas jebakan pertanyaan dari kaum Farisi terhadap Yesus, "Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" bdk. Mat 2217, Yesus menegaskan bahwa apa yang menjadi hak kaisar atau negara, haruslah ditaati oleh warganya. Jawaban Yesus itu sangat tegas, karena Yesus sendiri sudah melakukan kewajibanNya sebagai warga dalam hal membayar pajak kepada pemerintah. Ini dapat kita temukan dalam bagian lain dari Injil Matius, tentang Yesus yang menyuruh Petrus untuk membayar pajak kepada penguasa atau pemerintah bdk. Mat 1727.Melalui pengajaranNya hari ini, Yesus hendak menegaskan kepada kita agar kita berperan aktif sebagai warga Gereja dan warga negara. Hidup kita tidak dapat terlepas dari tatanan kehidupan bernegara. Kita tahu bahwa tugas negara memang untuk kepentingan pemenuhan hak warga negaranya. Sebaliknya, dinamika pemerintahan atau bernegara dapat berfungsi jika warganya juga ikut berkontribusi secara aktif. Misalnya saja membayar pajak bumi dan bangunan PBB, pajak kendaraan, atau pajak-pajak lainnya. Pajak-pajak yang dipungut oleh negara kepada warganya adalah untuk keperluan pemenuhan kebutuhan warganya kembali seperti penyediaan sarana prasarana, infrastruktur, pelayanan publik, dsb. Sebagai umat beriman, kita harus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai ketaatan kepada Allah ke dalam hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum yang diatur oleh negara. Esensi atau inti dari jawaban Yesus kepada orang Farisi dan Herodian, seperti kita baca dalam bacaan Injil hari ini, adalah bahwa hendaknya kita sebagai orang Katolik itu memiliki integritas diri dalam hidup beriman dan bernegara. Dua hal itu memang berbeda, namun saling melengkapi satu sama lain, yang itu harus kita wujudkannya dengan benar dan utuh! Melalui Gereja kita menerima sakramen, yang adalah tanda pengurapan dari Tuhan bagi kita untuk tugas perutusan kita. Dengan pengurapan sakramentali, kita mendapat tugas perutusan menjadi alat Tuhan dalam pembaharuan sikap hidup manusia untuk taat dan percaya pada Allah serta taat dan hormat pada negara. Seperti, dalam bacaan pertama, nabi Yesaya menggambarkan Allah yang mengurapi Koresy untuk menjadi alat Tuhan. Melalui tangan dan kekuasaan Koresy, bangsa-bangsa lain bisa mengenal dan mengakui bahwa satu-satunya Tuhan yang berkuasa dan berdaulat adalah Allah Israel, Allah Ishak dan Allah Yakub, dan tidak ada Allah yang lain bdk. Yes 451, 5. Tuhan menjadikan seorang pemimpin kerajaan sebagai alatNya untuk membawa rakyatnya hidup Minggu ini juga sekaligus sebagai Hari Minggu Misi Evangelisasi. Semoga melalui sabda Tuhan hari ini, kita memperoleh semangat baru untuk menjalankan tugas misi atau evangelisasi akan kebenaran Injil dan ajaran Tuhan, dengan melaksanakan seluruh kewajiban kita bagi negara dan kepada Tuhan. Sebagai warga negara, kita wajib taat untuk ikut ambil bagian dalam membangun negara, antara lain dengan menunaikan kewajiban membayar pajak untuk negara. Adakah sampai hari ini sudah membayar kewajiban kepada negara seperti iuran RT/RW, pajak bumi dan bangunan PBB atau pajak-pajak lainnya? Sementara itu, sebagai warga Gereja, kita pun harus taat untuk ikut ambil bagian dalam hidup menggereja. Dalam rangka pengembangan misi Gereja, adakah sudah ikut membantu dengan memberi derma bagi karya-karya misi Gereja? Berikan kepada Kaisar apa yang wajib kita berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kita berikan kepada Allah. Yesus saja taat kepada pemerintah dengan membayar pajak bdk. Mat 1727 dan taat kepada Allah sampai wafatNya di salib. Bagaimana dengan diri kita? Semoga Tuhan memberkati kita dan Selamat berhari Purbiatmadi